keseharian kami sebagai santri



          Pagi yang cerah di bulan agustus ini. Mia, ulya dan laili sedang sibuk hafalan nahwu shorof. Mereka bertiga sibuk dengan beberapa fiil, isim dan i’rob. Sedangkan yeni dan vina di sibukan dengan tugas LPJ (laporan pertanggungjawaban) yang harus di selesaikan secepat mungkin untuk laporan pengeluaran dana bidikmisi yang mereka terima. Kami  belum di sibukan dengan kegiatan kampus karena masih dalam suasana liburan. Kami  hanya di sibukan dengan beberapa kegiatan di pondok untuk sementara ini, mengikuti segala kegiatan yang sudah tercatat maupun yang tidak tercatat (tiba-tiba di suruh sorogan, hafalan dll).

          Setiap hari kami semua selalu bangun pagi untuk persiapan sholat subuh berjamaah, namun sering sekali terlihat beberapa santri lain sudah lebih dulu bangun dan mengerjakan sholat malam. Kadang kami juga bangun lebih awal agar bisa bercengkrama lebih lama dengan sepertiga malam yang insyaallah waktu yang sangat mustajab. Langit yang masih terlihat gelap seakan tak kami hiraukan, demi tersampainya segala gemuruh hati yang ingin di sampaikan terhadap pemilik-Nya namun suasana seperti malah menjadikan kekhusyu’an dalam berdo’a, di temani dengan cahaya lampu dan suara jangkrik. Ah suasana itu sangat menenangkan.

          Kegiatan di pagi hari setelah sholat berjamaah kami semua biasanya mengkaji kitab-kitab kuning seperti fathul-qorib, ta’lim muta’alim, nasoihul ibad dll. Kadang diantara kami semua ada yang hanya seperti ikut duduk bersama saja dan asyik mengobrol kesana kemari dengan teman-teman dekatnya. Namun juga ada yang bahkan tertidur saat Abah (kiyai) menerangakan. Ah... mungkin terlalu lelah. Setelah jam menggeserkan jarumnya tepat pada jam 06.00 atau bahkan lebih, kajian kitab di akhiri dan sebagian dari kami ada yang bertugas untuk membersihkan halaman pondok, ada yang langsung mandi, dan bahkan ada juga sebagian dari kami yang kembali masuk kamar dan tidur pulas kembali. Hemm... Itu sudah biasa.
Setelah yang bertugas bersih-bersih menyelesaikan tugasnya, kami semua di panggil  untuk sarapan pagi. Di dapur pondok sudah ada ummi (bu. Nyai) dan beberapa teman-teman kami yang membantu masak ummi. Yee... sarapan.
Semua santri segera ke dapur dan mengambil piring mereka masing-masing dan segera menyantap makanan yang telah di sediakan, semacam prasmanan gitu. Kami tak butuh lama untuk mengahbiskan jatah makanan kami, karena terlalu lapar mungkin kali ya....!hehehe 

          Hari semakin siang dan matahari mulai beralih agak lurus dengan pijakan tanah yang kami pijak. Kadang jika ummi tidak sibuk, kami melaksanakan sorogan (membaca kitab kuning yang belum ada maknanya). Namun jika ummi sibuk kami hanya bersantai di dalam kamar, ada yang mengaji Al-qur’an, membaca buku, dan ada yang tertidur.

          Pondok kami bukanlah pondok besar yang sangat penuh dengankegiatan mengaji, pondok kami merupakan pondok yang baru saja berdiri dan semua penghuninya adalah mahasiswi, dan pemilik pondok kami merupakan seorang dosen dari salah satu perguruan tinggi negeri islam di kota ini. Sehingga kegiatan kami di siang hari tidak terlalu banyak, namun kegiatan kami lebih full di malam harinya. Itupun di batasi sampai jam 20.00 WIB saja. Sehingga kami masih punya waktu untuk berinteraksi dengan tugas-tugas kuliah.

          Hari semakin siang dan siang beralih sore, matahari mulai bergeser keufuk timur dan senja mulai terlihat jelas di ufuk timur dengan warna cerah oranyenya. Kami semua sudah siap membaca ‘rotibul hadad’ bersama dengan di pimpin oleh ustadzah secara langsung. Setelah membaca rotibul hadad selesai kami semua di panggil untuk makan bersama sekalian berbuka puasa untuk yang sedang berpuasa. Setelah makan usai kami segera mengambil wudlu untuk sholat maghrib. Setelah itu, kami sholat maghrib berjamaah.
Seusai maghrib biasanya kami melanjutkan kegiatan mengaji Al-qur’an dan disusul dengan sholat isya’ berjamaah. Setelah itu barulah kegiatan paling akhir kami mulai, kegiatan akhir seusai isya’ biasanya di isi dengan nahwu shorof, sorogan, dan mengkaji kitab imriti.

          Keseharian kami di pondok tidak sepadat pondok-pondok salaf pada umunya yang hanya di isi dengan mengaji, mengaji dan mengaji. Kami lebih banyak beraktifitas di luar pondok di siang hari dan baru beraktifitas di pondok di malam hari. Semoga dengan segala ilmu yang di dapat di pondok ini bisa bermanfaat di samping kami juga menempuh pendidikan formal pada umumnya.


jember 03 Agustus 2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MY GRADUATIONS STORY

Happy Mother Days